Minggu, 06 Mei 2012

Analisa Kasus Andres Breivik


Analisa Kasus Andres Behring Breivik ...

Andres Behring Breivik adalah seorang terdakwa pelaku pembunuhan 77 orang pada Juli tahun lalu. Tim Psikiater yang ditunjuk oleh pengadilan di Norwegia menyimpulkan bahwa Andres Behring Breivik dalam keadaan tidak waras ketika melakukan kejahatan tersebut.
Aksi Breivik di Oslo dan Pulau Utoeya juga menyebabkan 151 orang mengalami luka-luka. Para ahli jiwa mengatakan Breivik mengidap paranoid schizophrenia, yang meyakini ia telah dipilih untuk menyelamatkan rakyat Norwegia. Breivik juga yakin ia berhak untuk menentukan mana yang seharusnya dibiarkan hidup dan mana yang harus mati.
Kesimpulan tim psikiater yang tercantum dalam laporan setebal 243 halaman ini akan diuji oleh satu tim panel organisasi medis Norwegia.
Meski dinyatakan tidak sehat secara kejiawaan, ia masih akan menjalani persidangan April tahun depan dalam kasus ledakan bom di Oslo dan penembakan puluhan orang di Pulau Utoeya.
Breivik telah mengakui dakwaan yang dijatuhkan kepadanya namun menegaskan dirinya tidak bersalah.

Rumah sakit jiwa

Breivik mengatakan tindakan yang ia ambil bisa dikatakan kejam namun merasa tindakan tersebut perlu diambil.
"Untuk kasus ini, apa pun kesimpulannya, Breivik harus tetap dikurung." John Christian Elden.
Namun besar kemungkinan ia akan dikirim ke rumah sakit jiwa, bukan ke penjara, setelah menjalani proses hukum.
Sebelum keterangan resmi mengenai kondisi kejiwaan Breivik diumumkan, pengacaranya mengatakan Breivik tidak boleh dibiarkan bebas.
"Untuk kasus ini, apa pun kesimpulannya, Breivik harus tetap dikurung," kata John Christian Elden, pengacara Breivik.
"Jangan biarkan ia bebas di luar," tandasnya.
Pada 22 Juli 2011 Breivik, dengan mengenakan pakaian polisi, meledakkan bom mobil di dekat kantor pemerintah di ibukota Oslo, yang menewaskan delapan orang.
Masih dengan seragam tersebut ia menuju Pulau Utoeya, yang menjadi lokasi kemah musim panas organisasi pemuda Partai Buruh yang berkuasa.
Di pulau ini Breivik melakukan aksi penembakan selama lebih dari satu jam menewaskan 69 orang.
Dalam manifesto yang ia terbitkan di internet, Breivik mengatakan berjuang untuk membela Eropa dari invasi orang-orang Islam.
Invasi Muslim ini, kata Breivik, dimungkinkan oleh kebijakan yang terapkan Partai Buruh di Norwegia dan Uni Eropa.

Analisa:
Andres Behring Breivik termasuk dalam kategori abnormal yang menderita Skizofrenia Paranoid, dengan simtom-simton sebagai berikut:
1.   Breivik mengalami halusinasi, yaitu kesalahan persepsi yang terkait dengan proses penginderaan. Dalam    kasus ini Breivik menuturkan, sebelum menembak korban pertamnya, dia mendengar “100 suara” di kepalanya agar mengurungkan niatnya itu.

2.    Breivik mengalami gangguan emosi, untuknya memunculkan empati sangat tidak mungkin, karena dia akan ambruk secara mental jika mencoba untuk memahami apa yang telah ia lakukan. Emosi yang diperlihatkan oleh Breivik adalah datar sebab ia menuturkan, dirinya pernah berada dalam sebuah situasi yang menyedihkan yaitu “Saat pemakaman saudara teman saya, itulah saat yang paling menyedihkan,".

3.    Breivik mengalami waham kebesaran, yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan menjadi orang penting. Dalam kasus ini Breivik menyakini bahwa dirinya merupakan orang yang terpilih untuk menyelamatkan rakyat Norwegia. Breivik juga yakin ia berhak untuk menentukan mana yang seharusnya dibiarkan hidup dan mana yang harus mati.

4.    Breivik juga menyadari apa yang telah ia lakukan dan ia menolak jika dia dianggap melakukan kejahatan. Dia mengatakan tengah melindungi Norwegia dari ancaman multikulturalisme.  

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar